Aswin Wirjadi

Updated: May 7, 2021



Mengingat kembali kenangan hampir 17 tahun yang lalu, pada September 2004 mendapatkan kesempatan bertemu Bapak Aswin Wirjadi, Wakil Direktur Utama Bank Central Asia, BCA, yang menangani Divisi Teknologi Informasi, Divisi Pengembangan Operasi, Divisi Perbankan Konsumer dan juga operasional wilayah dan cabang.


Pak Aswin adalah pemimpin yang tangguh, membuat BCA tidak hanya berhasil bertahan dalam krisis ekonomi pada tahun 1998, namun mampu membawa perubahan budaya kerja dan semangat seluruh jiwa BCA.


Kepada kami, mahasiswa Magister Management Universitas Bina Nusantara, 2004, Pak Aswin menyapa dengan ramah dan memulai ceritanya.


Team work

Ini benar yah, dilapangan kita tidak dapat bekerja sendiri. Masing-masing individu bekerjasama, bersinergi untuk mencapai suatu hasil atau tujuan tertentu.

Dalam kenyataannya terdapat bermacam-macam perbedaan mulai dari ‘culture’ kebudayaan, tingkat edukasi, karakter, kepentingan dan lainnya yang menyebabkan benturan tidak dapat dihindari.

Contohnya : pendekatan yang dilakukan kepada team di Aceh akan berbeda dengan kawasan Timur Indonesia. Menangani orangTionghoa punya trik tersendiri. Selain itu tentu saja latar belakang pendidikan juga mempengaruhi cara berinteraksi. Dalam setiap institusi pastilah terjadi gap antara like dan dislike namun upaya yang harus dilakukan adalah me-minimize conflict karena hal tersebut tidak dapat kita cegah. Komunikasi yang baik dibutuhkan untuk menyamakan presepsi visi dan misi institusi (BCA) sehingga fokus pada sasaran yang ingin dicapai.


Komunikasi

Menyampaikan pesan kepada semua orang sehingga memiliki presepsi yang sama. tidaklah mudah. Hal ini disebabkan pesan yang sama, disampaikan orang berbeda akan berbeda maknanya. Pengalaman saya, pesan yang disampaikan orang yang sama bisa saja diterima secara berbeda.

Agar komunikasi efektif, yang perlu dilakukan adalah menyampaikan informasi sesederhana mungkin agar mudah dimengerti.

Terkadang kita terjebak memikirkan masalah yang terlihat begitu kompleks dan bagaimana penyelesaiannya. Padahal yang lebih penting adalah mencari akar permasalahan dengan menyederhankan masalah.


“Mengerti masalah adalah 50% dari solusi,” ujar pak Aswin.

Kendala yang terjadi dapat didiskusikan bersama sehingga mendapatkan solusi yang terbaik. Kita harus mendengarkan dan menampung ide baik dari team operasional karena mereka-lah yang bertemu langsung dan menjaga hubungan baik dengan nasabah.


Delegasi

Delegasi yang baik adalah kita mempercayakan suatu pekerjaan kepada orang lain tetapi tidak lupa untuk melakukan kontrol. Terkadang didalam delegasi apabila diperlukan pemimpin dapat menggunakan power-nya untuk meminta karyawan melakukan apa yang menjadi kewajiban dan tanggungjawabnya. Terutama di banking, control sangat penting dilakukan karena lebih riskan dengan perhitungan uang dan angka-angka.


Pemimpin yang baik tidak hanya ‘OMDO’ (omong doang, red) tetapi langsung turun ke lapangan melihat lebih dekat dengan operasional sehingga kita tahu secara pasti masalah atau kendala apa yang sesungguhnya terjadi.

Harapannya adalah dapat melakukan cross check dengan report yang ada. Contoh : melakukan sesuatu diluar rutinitas, kalo biasa masuk kantor lewat pintu depan maka sekali-kali coba lewat pintu samping maka akan ditemui pemandangan yang berbeda. Ada dinding yang retak, keset yang udah mulai bolong, dll. Hal ini saya lakukan sehingga bisa melihat kondisi kantor cabang secara nyata.


Perubahan

Perubahan akan selalu terjadi, baik kita kehendaki ataupun tidak. Karena tidak ada yang abadi. Yang harus dilakukan adalah bagaimana menghadapi perubahan. Perubahan adalah merupakan proses, sehingga dibutuhkan waktu yang cukup lama dan sebaiknya dilakukan bertahap.

Hal ini dilakukan agar tidak terjadi ‘culture shock’. Perubahan bukanlah menjadi big issue apabila Sumber Daya Manusia (SDM)-nya oke. Ketika BCA dalam krisis ekonomi 1998 salah satu faktor pendukung BCA tetap survive dan berkembang adalah SDM yang potensial. Kesempatan dan kemampuan adalah dua hal yang saling berhubungan, apabila kita pintar namun belum memiliki kesempatan untuk menduduki posisi yang lebih tinggi maka hal itu tidak akan terjadi. Demikian pula, apabila ada kesempatan tetapi kita belum memiliki kemampuan yang cukup untuk posisi tersebut maka kita tidak akan mendapatkannya. Hal yang dapat dipelajari adalah belajarlah untuk memperkaya pengetahuan dan kemampuan-mu sehingga saat kesempatan datang kita sudah siap.


Proaktif

Mau mencari tahu apa yang terjadi, mau repot dan membantu memikirkan solusi untuk permasalahan yang timbul. ‘Curiousity’, keingintahuan, ini hal positif karena memicu kita memikirkan bagaimana cara terbaik untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dalam team dan memikirkan solusinya. Hal ini akan terus berlanjut. Setiap tindakan pasti akan menimbulkan resiko baru.


Satu hal yang perlu diingat adalah dalam menyelesaikan masalah kita tidak bisa membuat semua orang bahagia, pasti akan ada yang setuju dan tidak. Apabila tidak pernah mau mengambil resiko maka kita tidak akan bergerak dan diam saja.

Demikian interview singkat dengan Pak Aswin Wirjadi, pemimpin yang rendah hati. Disela-sela kesibukannya, beliau berkenan ditemui dan berbagi pengalaman. Disambut dengan keramahan diruang kerjanya di Wisma BCA, Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Selatan.

Luar biasa proses belajar dan pengalaman yang didapatkan. Yah, suatu hari nanti, ketika menjadi pemimpin, PASTI, kami juga mau berbagi inspirasi dengan mahasiswa dan orang lain.


Terima kasih Pak Aswin.


Sumber Foto : internet

90 views0 comments

Recent Posts

See All