Awalnya Tiada, Jadi Ada dan Akhirnya Tiada…

Updated: May 14, 2021



Nah loh.. judulnya berat amat.. Janji deh itu beneran cuman judulnya doang lagi biar keliatan keren.


Sebenernya akhir-akhir ini aku lagi beberes kost karena barangku banyak sekali. Aku harus mengklasifikasikan barang-barang tersebut menjadi masih layak dipakai, masih bagus. Dari sisi kebutuhan harus dicek apakah aku masih membutuhkannya atau tidak membutuhkannya.


Setelah aku bongkar2 barang2ku yang sebanyak2 ituh..

Aku menerima suatu kenyataan bahwa ternyata, banyak sekali barang2 yang aku miliki sebenarnya bukanlah barang yang aku butuhkan. 


Kebanyakan aku beli hanya karena aku mau..

Setelah memiliki barang itu, mampu memuaskan ego untuk sementara waktu lalu tersimpan begitu saja, menumpuk, memenuhi kamarku dan sekarang bikin aku pusing untuk membuang2nya..


Sebenernya seorang manusia dalam hidupnya membuang sampah berapa banyak yah..

Ini adalah rencana pindahan aku yang ke 3 di Jakarta, dan setiap kali itu terjadi menyiksaku..

Karena aku harus berpisah dengan bajuku, sepatuku… penaku.. bukuku… notesku yang ku beli tanpa pernah sempat kutulis..


Kalau dipikir lagi.. sungguh adalah benar bahwa kita harus sangat bijaksana dalam hidup ini memilih mana yang kita butuhkan..


Setelah dipikir2, 2 kali nih yah mikirnya.... dari segini banyak barang..

Ada kali 4 kardus besar barang2 yang sudah lebih dari 2 tahun tidak aku sentuh2 yang artinya sudah tidak berguna lagi buat aku, maksudnya : tidak lagi aku butuhkan.


Namun perasaan untuk membuang tetap ada, karena ada begitu banyak kenangan dalam setiap benda.. namun yah aku tahu, mau tidak mau aku harus merelakannya…


Yah, hidup ini semestinya dibawa santai saja, jangan kebanyakan keterikatan.. toh pada akhirnya kita juga gak akan bawa apa2..


Mulai sekarang aku mau lebih bijaksana ah dalam berbelanja, karena terkadang apa yang aku suka dan aku mau belum tentu aku butuh. 🙂 mencoba menjadi lebih bijaksana lagi..

1 view0 comments

Recent Posts

See All