Jalan Tuhan Menuntunku ke Bina Nusantara

Updated: Jul 20, 2021



Jalan Tuhan bukan jalanku Jangan bimbang ataupun ragu Nantikan Tuhan jadikan semua Indah pada waktunya

Tragedi Kemanusiaan Mei 1998, kondisi politik tidak kondusif dan krisis ekonomi merubah seluruh rencana dan cita-cita yang sudah dirancang sebelumnya. Aku tidak pernah mengerti apa dan bagaimana masa depanku karena semuanya TERPAKSA berubah. 😭😭😭


Hi, aku Herryanti Herman, biasa disapa Tiek. Aku adalah anak perantauan dari kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan yang menyelesaikan study di SMA Stella Duce II, Yogyakarta pada tahun 1998.


Mendapatkan kesempatan bergabung di Universitas Surabaya, Ubaya, Fakultas Farmasi melalui jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) sejak Februari 1998. Aku memang suka sekali belajar kimia. Tekad sudah bulat, perjuangan harus dilanjutkan kuliah di Farmasi. Yes, Tuhan buka jalan, Tuhan berikan kesempatan. Semuanya sudah dipersiapkan dengan baik sebelum lulus sekolah. Bahkan, pada awal Mei 1998, aku berkunjung ke Surabaya dan menyelesaikan seluruh proses registrasi dan memesan kost di daerah Tenggilis Mejoyo. Sudah beres, tinggal kuliah. Terima kasih Tuhan, Engkau baik! 🙏


Pada 8 Mei 1998, terjadi Peristiwa Gejayan, di Yogyakarta, tewasnya Moses Gatutkaca dalam demonstrasi. Puncaknya terjadi pada tanggal 13 -15 Mei 1998 - Tragedi Kemanusiaan Mei 1998 di Jakarta. Kejadian yang tidak pernah dibayangkan terjadi. Sedih sekali. Kala itu aku berada di Yogyakarta karena masih menunggu kelulusan sekolah. Dalam situasi yang mencekam, aku dihubungi oleh orang tua, dengan singkat, padat dan jelas disampaikan, "Tiek, kamu tidak boleh kuliah di Surabaya. Kita tidak punya saudara disana. Kamu kuliah di Jakarta saja, ada cici dan kuku (adik papa). Coba dicari mau kuliah dimana dan ambil jurusan apa. Tapi tidak di Surabaya yah, di Jakarta!"


Tutup telpon. Aku sedih 😐😟😢. Lah Tuhan, ini bagaimana. Aku tahu, aku tidak bisa melawan kehendak papa dan mama. Itu bukan pilihan tapi perintah. Kuliah di Jakarta - ini keputusannya, dimana yah terserah. Belum kebayang, di Jakarta pindah kemana, jurusan apa, kuliahnya dimana? Tidak banyak pilihan untuk Fakultas Farmasi seperti cita-citaku. Setelah bertukar pikiran dengan cici Betty, kakak perempuanku yang kuliah Komputerisasai Akuntasi (KA) di BiNus, seru juga yah komputer. Apa samaan aja yah. Ilmu Komputer, jauh dong yah dari Kimia. Kala itu IT belum ngetop macam sekarang ini.


Perkenalan dengan Bina Nusantara (BiNus) dimulai sejak ketika masih Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) sebelum berubah menjadi Universitas Bina Nusantara. Ketika pertama kali mengantarkan cici kuliah di Jakarta pada tahun 1994.


Mengenal kampus utama, kampus Syahdan dan kampus Kijang. Barulah pada awal tahun 1998, Kampus Anggrek beroperasi. Kampusnya keren banget, suer, kala itu Kampus Anggrek adalah kampus yang paling happening di Jakarta. Bangga kali lah kuliah disini. Pikir-pikir, boleh lah kuliah disini, kampusnya bagus. Agak gubrak yah alasan dan niatan awalnya.


Singkat cerita, akhirnya aku mendaftar dan mengambil Fakultas Ilmu Komputer, Jurusan Teknik Informatika. Ya Tuhan, jika ini memang rencanaMu, mari pimpin, tunjukkan jalan terbaik untukku.


Memang benar, Rencana Tuhan selalu indah dan melampaui pikiran kita.

Sebagai anak perantauan dan anak kost, biar ada kesibukan maka aku cukup aktif bergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Banyak bener yah UKM di BiNus itu, ini hanya beberapa UKM yang aku ikuti, yaitu :

  • Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HIMTI)

  • Bina Nusantara Swimming Club (BASIC)

  • Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Disinilah aku menemukan keluarga baru yang Tuhan berikan, saudara yang berkelimpahan kasih sayang. Seolah Tuhan menjawab semua mengapa yang aku tanyakan di Mei 1998.

Aku cinta sekali sama BiNus dan menaruh hormat kepadanya. Setiap hari Jumat, mulai dari jam 11.20-13.00 tidak ada perkuliahan sama sekali. Didedikasikan khusus untuk UKM Kerohanian. Jadi tidak hanya yang Muslim menjalankan Sholat Jumat, semuanya Jumat-an. KMK, Keluarga Mahasiswa Buddhis Dhammavaddhana (KMBD), Persekutuan Doa Oikumene, Majelis Taklim. Baik bagi mahasiswa maupun seluruh civitas akademika, dosen, karyawan, semuanya, bahkan terkadang Om Joseph Wibowo (ayahanda Ibu Widia, pendiri dan rektor BiNus) beserta keluarga hadir bersama kami merayakan Misa Jumat Pertama di Hall Lantai 8, Kampus Anggrek.


BiNus tidak hanya mengajarkan pelajaran pada mata kuliah yang kelak berguna bagi masa depanku didalam dunia pekerjaan, khususnya dibidang IT. Jauh dari pada itu pengalaman organisasi mempersiapkan aku menjadi pribadi yang lebih mandiri. Siap dan terampil dalam bekerja.


Pengalaman Leadership juga didapatkan dalam Latihan Dasar Kepemimpinan, selain terlibat langsung dalam perencanaan dan pengelolaan event atau acara. Mulai dari skala kecil sampai besar. Banyak sekali pengalamannya. Kapan-kapan saya cerita langsung aja yah sekalian mengenang masa-masa indah itu.


Memahami makna team work, bagaimana semua orang harus bekerjasama dan mau mengambil peranan untuk mencapai tujuan bersama. BiNus sangat mendukung setiap kegiatan mahasiswa yang berfaedah, yang memiliki latar belakang dan tujuan jelas. Setiap kegiatan besar perlu membuat proposal untuk mendapatkan izin dan disetujui oleh Pembantu Rektor III, bersama alm Pak Sosro. Untuk mendukung mobilisasi, kami dipinjamkan kendaraan, mulai dari mobil sampai bis. Silaturahmi dengan sopir BiNus masih berlanjut hingga hari ini, misalnya dengan mas Yono.


Salah satu acara tahunan besar KMK BiNus adalah Bible Camp. Biasanya diadakan pada bulan September dengan agenda utama untuk menyambut mahasiswa baru dan juga silatuhrahmi dengan mahasiswa aktif dan kakak alumni.


Persiapan Bible Camp itu kompleks, karena menginap (biasanya) 3 hari 2 malam. Melibatkan banyak pihak dan membutuhkan perencanaan matang. Konsep acara, perlengkapan, survei lokasi perkemahan, mengumpulkan dana, publikasi dan dokumentasi, registrasi peserta, mengurus jadual Romo (Pastor) dan pembicara, konsumsi yang menyiapkan makanan panitia dan ini, itu, banyak banget, suer!


Dalam kegiatan besar, selalu membutuhkan tambahan dana. Dana yang terkumpul dari biaya pendaftaran dari peserta saja tidak cukup. Kala itu, terkadang kami harus berjualan dan buka stand di Plaza Kampus Syahdan dan Kampus Anggrek. Ada jadual piketnya, agar tidak menganggu jadual kuliah. Selain itu ada banyak acara cari dana dilakukan seperti mengamen di Gereja, jualan bunga, gelar lapak, jualan buku, CD Rohani, peralatan doa seperti rosario, salib dan lainnya. Semua dilakukan agar bisa menghasilkan uang, pun demikian semua dilakukan agar bisa menghemat.


Masa itu PR banget lah dalam menjalaninya, dihadapkan dengan watak dan kepribadian yang berbeda-beda. Ada yang nggak disuruh udah menawarkan bantuan, ada juga yang udah jelas tanggung jawabnya dia, giliran ditanya bisa lebih galak. 😑🙄 Mau marah juga nggak bisa, kan ini acara sukarela, udah syukur ada yang mau bantuin.


Semua itu menjadi pengalaman tak ternilai bagiku dalam proses pembentukan menjadi pribadi yang lebih baik.



Kami juga terkadang bekerjasama dengan UKM lain untuk membuat berbagai acara seperti menjadi relawan PEMILU 1999, aksi galang dana untuk bantuan kemanusian, termasuk membantu proses evakuasi korban banjir, meyiapkan dapur umum untuk menyalurkan makanan kepada orang yang membutuhkan dan hal lainnya. Mengingatnya kembali hari ini, membuatku tersenyum. Terima kasih yah BiNus sudah memberikan kesempatan padaku untuk memiliki kenangan ini.


Terlepas dari kesibukan di KMK, tentu saja aku bertanggung jawab untuk menyelesaikan kuliahku dengan baik dan tepat waktu. Hal penting yang aku ingat sampai hari ini adalah KENYATAAN bahwa konsekuensi untuk mengambil jurusan Teknik Informatika artinya memiliki komitmen untuk belajar terus seumur hidup. Teknologi terus berkembang, apabila kita tidak mengikutinya maka akan tertinggal dan tidak relevan lagi dengan industri.


Ketika awal masuk kuliah, belajar bahasa pemograman Pascal, Visual Basic, C++. Beberapa kenangan yang aku ingat pada tahun 1999, pada semester 3, BiNus menjalin kerjasama dengan Cisco Systems membuat kurikulum Cisco Certified Network Academy.

Pada Februari 2000, diundang oleh industry, Microsoft Indonesia kala itu di Chase Plaza mengikuti pelatihan installasi perangkat untuk persiapan launching Windows 2000. Kami dipercaya untuk setting jaringan di Hotel ShangriLa yang dibagi menjadi beberapa ruangan sebelum event dilakukan. Dibentuk beberapa team sesuai dengan Brand perangkat Hardware yang nanti akan dijadikan demo unit. Saya tergabung dalam team Compaq (sekarang menjadi HP Inc.) dan melakukan installasi di Head Officenya (di Jalan Prof Satrio, disamping Hotel Le Meredien). Itu pengalaman pertama kali bagiku membuka perangkat PC branded, keren banget yah, didalamnya rapi, warna warni. Maklumlah, waktu kuliah dulu, biasanya klo mau beli PC kita merakit di Mangga Dua. Notebook? Waduh itu mevvah sekali.

Pada semester 6, aku mengambil Kerja Praktek, 6 SKS di Dataon Indonesia. Pemograman yang digunakan adalah ColdFusion Markup Language (CFML). Aku nggak pernah tahu sebelumnya. Belajar lagi. Judulnya kan mahasiswa, wajarlah kalau harus banyak belajar yah kan.. Kala itu diminta untuk membuat aplikasi PC Assessment dengan web based. Kelak di tahun 2004 ini pengalaman ini sangat berguna ketika menjadi Project Manager melakukan PC Assessment seluruh store PT. Mitra Adi Perkasa, MAP dan menyiapkan reportnya. Sungguh, kebetulan yang aneh. Rencana Tuhan.


Selama 3.5 tahun BiNus sudah memberikan bekal ilmu dan aku sudah siap.masuk kedalam dunia pekerjaan.


Pada 17 Juni 2002, sebelum wisuda, aku sudah diterima dan bergabung dengan salah satu perusahaan IT terbesar di Indonesia, PT Metrodata Electronics, Tbk (MTDL) melalui anak usahanya, PT. Metrodata Sentra Layan.


Pada tahun 2004, aku melanjutkan program studi Pasca Sarjana, S2 - General Management di BiNus Business School di Joseph Wibowo Center di Hang Lekir, Senayan. Pada pertenghan tahun 2006, mendapatkan gelar Magister Management.


Sampai hari ini, hampir 19 tahun, aku masih berkarya di Metrodata sebagai Direksi PT. Mitra Integrasi Informatika, MII, member of METRODATA Group. Konon katanya, jarang banget loh BiNusian langgeng masa baktinya. Ada yah. Aku contoh nyatanya 😁


Saat ini, mendapatkan kepercayaan memimpin langsung lebih dari 1.700 karyawan yang tersebar di Indonesia dengan layanan 7x24jam.


Aku sering bercerita kepada mahasiswa yang baru lulus dan baru bergabung, "Hai, selamat datang dalam Keluarga Besar Metrodata, mari kita berkarya bersama. Kita sama. Mulainya dari nol, belum punya pengalaman sama sekali. "



Metrodata saat ini sudah menjalin kerjasama dengan BiNus dalam berbagai program seperti internship, program magang, pembicara dalam kuliah umum dan juga untuk recruitment.


Semoga BiNus bisa terus berkarya dalam mengembangkan talenta digital di Indonesia, seperti cita-cita luhur mulia Ibu Widia ketika awal mendirikan Akademi Teknik Komputer kala itu di tahun 1981.


Dirgahayu Bina Nusantara.

Tak terasa sudah 40 tahun perjalanan BiNus dalam membangun SDM yang unggul dibidang IT.


BINUS adalah universitas kelas dunia yang membina dan memberdayakan Indonesia.


Berpartisipasi mewujudkan Indonesia 4.0 melalui transformasi digital dan menjadikan Indonesia sebagai TOP 10 Digital Ekonomi Dunia pada tahun 2030.


Pada wall of fame BiNus, aku pernah menulis

Hidup ini indah, namun tidak selalu mudah. Jangan mudah menyerah, terus berusaha dan selalu ingat berdoa. Tetap Semangattt!

Terima kasih Tuhan sudah menuntunku, menjadikan aku bagian dari keluarga besar Bina Nusantara, Binusian.



Salam,

Herryanti Herman

61 views0 comments

Recent Posts

See All