Cinta dan Perkawinan

Updated: Aug 15

Cerita ini disadur adalah email kiriman teman 😍

Disimpan untuk nanti bisa dibaca kembali.



CINTA


Pada suatu hari, Plato bertanya kepada gurunya,

"Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?"


Gurunya menjawab,

"Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali,

Ambillah satu ranting saja. Jika kamu menemukan ranting yang paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta"


Plato pun berjalan, setelah beberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.


Gurunya bertanya,

"Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?"


Plato menjawab,

"Aku hanya boleh membawa satu saja dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik). Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana. Jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan perjalanan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwa ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang sebelumnya. Jadi pada akhirnya tak kuambil sebatangpun."


Gurunya kemudian menjawab,

"Ya itulah cinta"


PERKAWINAN


Di hari yang lain, Plato bertanyalagi pada gurunya,

"Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya?"


Gurunya pun menjawab

"Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundurkembali (menoleh)

dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Tebanglah jika kamu menemukan pohon yang

paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan"


Plato pun menjawab,

"sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini.

Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya“


Gurunyapun kemudian menjawab,

"Dan ya itulah perkawinan"


KESIMPULAN


Cinta semakin dicari, semakin tidak ditemukan.

Cinta ada di dalam lubuk hati. Cinta dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih.


Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan. tiada sesuatupun yang didapat. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur.

Terimalah cinta apa adanya.


Perkawinan adalah kelanjutan dari Cinta.

Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada.


Ketika kesempurnaan ingin didapatkan, maka sia-sialah waktumu dalam mendapatkan

perkawinan. Kesempurnaan itu hampa adanya.


Kasih - 1 Korintus 13 : 1, 13

1 - Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasan manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih1, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.

13 - Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih,l dan yang paling besar di antaranya ialah kasih


Photo source here








7 views0 comments

Recent Posts

See All