Lu Katolik? Mau Nikah? Dah Siap?

Updated: May 6, 2021



2011 adalah tahun dimana aku memutuskan untuk mengakhiri masa lajang. Sebagai umat Katolik Roma yang konon paling ngetop terkenal hirarkinya.. dan dengan ideologinya, menikah satu kali seumur hidup, “Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia”. Aku baru tahu beberapa hal ini.. Semoga bisa bermanfaat bagi yang baru mau dan akan plan menikah..

Sebelumnya, ada baiknya aku bercerita mengenai komunitas dan Gereja. Jadi demikian…

  1. Beberapa keluarga dalam suatu area tertentu dikumpulkan menjadi satu lingkungan,

  2. Beberapa lingkungan menjadi satu wilayah,

  3. Beberapa wilayah menjadi satu paroki,

  4. Beberapa paroki menjadi satu dekanat,

  5. Beberapa dekanat menjadi satu keuskupan,

  6. Beberapa keusukupan bernaung dalam satu negara

  7. Dan seluruhnya terpusat langsung ke Vatikan.

Demikian adalah cerita tentang aku, anak perantauan, lahir dan besar dibeberapa tempat :

  1. Sakramen Pembabtisan di Gereja Penyelenggaran Ilahi, Lubuklinggau, Sumsel,

  2. Sakramen Krisma di Gereja Santo Antonius, Kotabaru, DI Yogyakarta

  3. Sakramen Pernikahan di Gereja Maria Bunda Karmel (MBK), Jakarta Barat

Jadi yah.. aku bisa simpulkan bahwa Gereja Katolik maaaah, niat banget melakukan kontrol dan penyelidikan kanonik sebelum pernikahan dilakukan.


Sumpah! Ribet Banget!! Sampe bener-bener bikin elu pade merasa kayaknya suer.. sekali ini saja daaaah, gue ngurusin beginian..

Berikut beberapa dokumen dan tahapan yang harus dipersiapkan :

  1. Surat Babtis yang Baru dari Paroki Tempat Pembabtisan dilakukan – Suer banget loh.. ini ada durasinya yaitu 6 bulan sebelum pernikahan dan Kursus Persiapan Perkawinan (KPP). Tujuannya adalah memastikan ini adalah pertama kalinya kita minta surat Babtis Baru untuk menikah, sehingga ketika kita minta surat ini, Gereja akan mencatat bahwa sdri Maria Clara Francisca Herryanti Herman sudah melakukan request untuk menikah.

  2. Surat Keterangan Lajang dari Lingkungan – tempat dimana mempelai wanita tinggal selama 6 bulan terakhir. Dalam hal ini, cukup ribet juga karena waktu itu aku tinggal di Tanjung Duren Utara IV yang berada pada paroki Kristoforus, namun aku aktifnya selama ini di MBK, sejak masih aktif di Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Bina Nusantara. Nda gampang untuk bisa mendapatkan surat itu, bukan karena Ketua Lingkungan ingin mempersulit, namun mereka memiliki tanggung jawab moral memastikan bahwa ketika surat ini diberikan tidak disalahgunakan. KARENA APA.. karena masak iya ada yang pernah looh nice try banget mau nikah lagi dokumen Surat Babtis lolos, sebab, dia katekumen lagi dan lagi persiapan babtis. Untunglah terbongkar. Usaha banget yah kak.. Semakin bertambah parno karena yang tinggal di Tanjung Duren kan pada anak kost. Makanya mereka selalu ingin kenal secara pribadi terlebih dahulu. Makanya buat yang mau menikah yah.. cobalah mulai sekarang klo ada doa Rosario ikut, ada doa Novena ikut.. Lingkungan lagi tugas di Gereja – bantuin.. Singkat kata, Puji Tuhan, aku berhasil mendapatkannya 🙏🏻🙏🏻

  3. Pemeriksaan Kanonik – menghadap pastor dan memastikan kemnbali… Yakin ajah apa yakin banget mau nikah.. 😅😂

Jujur yah.. buat anak kost, proses ini nda mudah.. Ternyata yah, setelah aku akrab (Baca : Sok akrab) ama ketua Lingkungannya baru paham ceritanya.. ternyata.. dulu.. pernah ada yang hampir kecolongan.. untung ketauan.. karena Gereja Katolik buat 3x pengumuman di Gereja untuk berita Pernikahan dan diumumkan diparoki calon mempelai wanita dan mempelai pria.. ada yang niat pake banget.. ternyata dia sudah menikah.. terus dia katekumen lagi (persiapan pembabtisan) terus dibabtis.. tujuannya yah, agar bisa dapat surat pembaharuan babtis lagi – karena nda mungkin minta ke Gereja awal karena sudah ada catatannya. 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️ Puseeeeng akuh! eniwei.. yang penting semua sudah berlalu, dan jadi sangat paham kenapa pengantin selalu tersenyum sumringah, ceria – meriah, karena ekspresi hati yang tak bisa dibendung.. KELAR udah.. walaupun sebenernya masih ada lagi urusannya 😅😂 yaitu urus Kartu Keluarga (KK)


Terlepas dari semua cerita aku tadi.. yang paling utama dan terutama adalah, tanyakan pada hatimu.. Beneran udah siap menikah? Siap untuk berproses menjadi pribadi yang lebih baik lagi.. Siap gitu mulai sekarang hidup yang diurus ada dua tapi satu, satu tapi dua.. Siapkan hati.. mari dijalani.. berproses bersama.. Hmmm.. ya begitulah cerita 6 tahun lalu.. cepet amat berlalu yah, kayaknya ribetnya waktu itu masih kebayang.. tapi kini aku mengenang semuanya dengan senyuman.. 😁

15 views0 comments

Recent Posts

See All