12 Character Horrible Boss

Updated: May 20, 2021


Biasanya yah, biasanya ini tuh.. Seseorang sebelum jadi bos umumnya pernah jadi anak buah terlebih dahulu, kecuali anak owner yang bisa langsung banget menempati posisi penting dalam perusahaan (eeiits, jangan iri, rejeki orang memang beda-beda). Nah, kita ini, yang kini udah jadi bos, atau calon bos, penting sekali mengingat amanah yang diberikan. Semua orang mengidamkan pemimpin yang baik, bukan yang horrible, mengerikan. Hidup ini sudah sulit, tolonglah bantu orang lain agar hidup dan pekerjaannya lebih mudah. Ingat baik-baik, kalau team itu adalah sekutu kita, orang yang memiliki persamaan visi dan misi. Penting sekali membuat mereka Happy dan melakukan yang terbaik.

Keberhasilan team member adalah keberhasilan pemimpinnya.

Jangan merasa dunia kiamat karena memiliki team yang bekerja lebih baik daripada kita. Jangan marah, namun bersyukurlah.


Langsung saja deh yah beberapa perilaku NGGAK banget untuk seorang yang menamakan dirinya pemimpin.


  1. Control, they need to control over everything Semuanya harus lapor, every single little things. Semuanya harus dalam kendali Pak Bos/ Bu Bos. Kalau sampai ada anak buah improvisasi dan tanpa diketahui dan persetujuan bos maka habislah dia! Apabila terjadi kesalahan, biasanya akan keluar kata-kata sakti, "Tuh kan, saya bilang juga apa, kamu mah kagak mampu! Makanya jangan suka sok pinter"

  2. Indecisive, good leader need to be able to make decision quickly Pernah nggak kalian dalam situasi dimana ketika dibutuhkan keputusan penting, bos diajak konsultasi bukannya ngasih solusi malahan galau dan bimbang. Muter gak jelas. Ujung-ujungnya kalian diminta untuk coba pikirkan jalan keluarnya. Kalau aku boleh kasih saran yah kak, sebaiknya sebelum ketemu bos, kita mempersiapkan 2-3 solusi terbaik dari yang paling baik. Supaya walaupun ada masalah, kita selalu punya jalan keluar. Keliatan pintar gitu!

  3. Stubborn, they think that they are always right Ini capek banget. Punya bos yang nggak bisa diajak diskusi. Selalu merasa dirinya setengah atau hampir sama dengan dewa. Merasa mengetahui segalanya dan tidak mau diajak diskusi. Kata-kata saktinya adalah, "Kamu ikuti saja apa kata saya!" atau "Jangan melawan'" INI BAHAYA banget, aku jadi teringat dengan kecelakaan paling fatal yang pernah terjadi didunia yaitu Chernobyl disaster ledakan reaktor nuklir yang terjadi pada 26 April 1986 di Pripyat, Ukrainia (dahulu Uni Soviet), nanti dibahas terpisah yah.

  4. Resistant, resistant to change, they fail to understand that change is good. Konon katanya, kesalahan adalah guru yang paling bijaksana. Tapi kan yah, kita juga bisa belajar dari kesalahan orang lain. Nokia, Kodak, Blackberry, mereka sangat berjaya dimasanya. Mengapa kita harus berubah? Mengapa kita enggan berubah? Hati-hati! Ketika kita merasa besar dan sombong, kecenderungan manusia merasa dirinya paling baik dan enggan berubah. Jangan menunggu situasi semakin kompleks dan berujung penyesalan. Aku ingat! Ini pilu sekali, ucapan yang dikatakan CEO Nokia, Stephen Elop ketika menutup press conference ketika akusisi Nokia oleh Microsoft pada tahun 2013 dengan tangisanwe didn’t do anything wrong, but somehow, we lost.”

  5. Micromanage, every little task, ruining their employee personal growth Kalau bos tipe ini, sebenarnya mereka baik. Maksud dan niatan hati adalah melakukan pendampingan kepada team dalam melaksanakan pekerjaan dengan terstuktur step by step sehingga tingkat kesalahan minim. Bagi team pemula YES! Benar sekali, ini adalah caranya yang tepat untuk mereka, namun tidak untuk team yang sudah mengerjakan pekerjaan berulang. Apalagi sampai team merasa takut untuk melakukan improvisasi.

  6. Fear, they lead by fear Bekerja dibawah tekanan itu ada dua hal. Yang pertama adalah good stress, jadi pressure pekerjaan membuat kita temotivasi untuk bekerja melampaui target. Kedua, adalah bad stress, ujungnya menjadi under pressure. Bukannya team termotivasi, yang terjadi adalah depresi. Penting untuk punya challenges, yah tapi dihitung kali yah kadarnya. Dan yang paling penting, pahami setiap team adalah pribadi unik yang memiliki kapasitas dan kemampuan dengan kepribadian yang berbeda-beda. Lead by fun NOT by fear.

  7. Visionless. No where. The best leaders have a clear vision and long term Manager tugasnya managed, mengatur Leader tugasnya lead, memimpin Director tugasnya direct, memberikan pengarahan TEAM - Together Everyone Achieve More BAYANGKAN! Pemimpin membawa team untuk menggunakan mobil melintasi padang gurun namun tidak memiliki persiapan yang matang. Tidak memiliki peta dan kompas bahkan tidak mengetahui tujuan yang ingin dicapai. Konsep let it flow itu, NO banget! Jadi perlu sekali mempersiapkan segala hal dengan baik, seperti memeriksa kondisi kendaraan, stock bahan bakar, apakah harus kita bawa atau ada pom bensin ditengah jalan untuk memastikan tidak kehabisan bahan bakar. Jika dalam pekerjaan pentingnya membuat program kerja jangka pendek, menengah dan panjang. Semua harus disiapkan dengan detail dan melihat evaluasinya. Program 5 tahun dibagi menjadi yearly, quarterly, monthly, weekly bahkan daily. Ini salah satu kunci sukses pak Bos aku yang konsisten memeriksa segalanya berjalan dengan baik. Masalah selalu awalnya kecil dan selalu terjadi dalam satu hari, dan jika dibiarkan maka akan menjadi besar dan berlarut-larut. Keterlambatan selalu dimulai dari 1 hari sebelum akhirnya menjadi 1 bulan, 3 bulan..

  8. Favoritism, will demoralize the rest of the team Pilih kasih! Wajar banget kalau manusia memilih orang yang dekat dengannya, yang bisa diajakin ngobrol bareng, kesamaan minat dan secara ikatan hati akrab. Ini naluri manusia, ceng li banget. Namun hal ini apabila ditunjukkan secara berlebihan, memberikan penilaian kinerja secara subyektif pada orang tertentu membuat team lain merasa tidak diperhatikan. Semua manusia ingin diterima dan dihargai. Bukan cuman bos doang, team juga manusia.

  9. Arrogance, no one wants to hear you brag Senang sekali mendapatkan suatu quote dari mas Lutfi Riansyah, Sales Director MII ketika reverse mentoring di 2020. Orang sombong tidak suka ama orang sombong. Kan kan kan.. Cobalah bijak sana, bijak sini. Terus berusaha menjadi pribadi bijaksana. Orang tidak hanya mendengar perkataanmu namun jauh lebih penting yaitu melihat perbuatanmu. Dalam berbagai kesempatan, aku bertemu dan berkenalan dengan orang hebat, seperti alm Pak Ciputra, alm Ibu Widya, mereka adalah pihak bersahaja. Tidak sungkan menyapa dan memberikan salam, sekalipun kepada anak buah. Dilakukan secara alami. They are nice 🥰😍 Hal ini tidak mengurangi kehormatan mereka justru membuat orang lain semakin kagum, true inspiration!

  10. Angry, walking around the office angry all the time only spread negative Tidak ada yang salah dengan marah. Itu adalah perasaan manusia. Marah seyogyanya disampaikan dengan nada dan bahasa tubuh yang tepat. Disampaikan secara obyektif, bukan subyektif. Bukan menyerang pada pribadi. Jauh lebih penting adalah mengambil hikmahnya. Fokus kepada kesalahan yang terjadi dan memikirkan solusi pencegahan, bagaimana agar kedepannya tidak terjadi lagi. Kemarahan tidak baik bagi kesehatan jiwa dan raga, baik yang marah maupun yang dimarahin. Jadi yuk lah, ciptakan suasan nyaman dan damai saja. Dibanding marah-marah mendingan ngomong baik-baik.

  11. Blame, the worst leader take all the credit and blame other employee for mistake Ngomel itu jangan dijadikan hobby. Gak baik. Bos itu harus mendukung team dalam membuat keputusan, jangan semua dilemparkan ke anak buah. Apabila keputusan itu benar, maka Bos akan ambil credit, tuh kan benar sekali keputusan kita. Kalau salah, yah waktu itu kamu yang milih sih yah. Hai Bos, Yang Maha Kuasa itu Tuhan. Its OK kok kalau terkadang juga membuat kesalahan. Tanggung jawab. Jangan selalu melemparkan tanggung jawab.

  12. Emotion, they make decision based on emotion instead of data Baper ini tuh. Sering sekali mengambil keputusan berdasarkan katanya dibandingkan dengan faktanya. Fakta dan data dioleh menjadi informasi. Mengumpulkan semua informasi untuk melihat persoalan secara menyeluruh. Apalagi sekarang ini banyak hoax, perlu usaha memang untuk menyaring informasi yang ada. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang memiliki akal budi diharapkan tidak hanya bertindak reaktif, namun juga bisa menggunakan pikirannya. Bekerja itu memang perlu menggunakan hati dan hati-hati. Kombinasi yah.

Yuk berbagi cerita dan pengalaman kalian ketika berhadapan dengan pemimpin yang tidak baik. Apabila ada tambahan boleh juga ditulis agar kita saling belajar menjadi lebih baik. Thanks Kak!

53 views1 comment

Recent Posts

See All